Aksi Nyata 1.3 Visi Guru Penggerak “Mewujudkan Merdeka Belajar di Sekolah melalui Program 5K”
dokumen pribadiMewujudkan Merdeka Belajar di Sekolah melalui Program 5K
(Kebebasan dalam Belajar, Kolaborasi, Kreativitas IMTAQ dan IPTEK, Keterlibatan Orang tua atau masyarakat serta Kebersihan Lingkungan)
A. Latar Belakang
Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik baik secara sadar maupun tidak sadar untuk mewujudkan perubahan diri ke arah yang lebih baik. Belajar secara kontinyu tentunya tidak tercipta begitu saja, namun memerlukan suatu proses dan waktu yang panjang serta motivasi dari peserta didik itu sendiri. Salah satu yang mendukung proses tersebut adalah sekolah. Sekolah merupakan tempat bagi peserta didik dapat belajar secara formal. Agar materi pelajaran dapat diserap dengan baik, para pemangku kepentingan berusaha mendesain sekolah dan merancang proses pembelajaran sehingga menjadi menarik serta membuat peserta didik merasa nyaman dan aman belajar ketika berada di lingkungan sekolah, khususnya di dalam kelas.
Di dalam kelas, peserta didik dituntun agar memiliki motivasi intrinsik yaitu senantiasa belajar tanpa adanya tekanan atau paksaan dari orang lain. Untuk itu, guru sebagai pendidik dan pembimbing melaksanakan fungsinya sebagai fasilitator dan motivator agar peserta didik merdeka belajar. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mewujudkan merdeka belajar di sekolah adalah melalui Program 5K, yaitu Kebebasan dalam belajar, Kolaborasi, Kreativitas IMTAQ dan IPTEK, Keterlibatan orang tua atau masyarakat serta Kebersihan Lingkungan. Kebebasan dalam belajar diartikan bahwa peserta didik dalam hal ini dapat belajar di mana saja tanpa terikat tempat, kapan saja tanpa terikat oleh waktu dan dengan siapa saja tanpa harus dari guru. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, peserta didik dapat dengan mudah untuk belajar dan mengakses berbagai sumber belajar yang ada. Demikian pula, peserta didik dapat menggunakan lingkungan sekitar, misalnya taman, hutan kota atau museum dalam belajar.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi juga menuntut peserta didik agar mampu memiliki keterampilan berkolaborasi. Di dalam kelas misalnya, peserta didik dituntut untuk terlibat aktif dalam diskusi kelompok. Sementara di dalam kegiatan sekolah, peserta didik dituntut untuk menunjukkan semangat persatuan dan kesatuan melalui kerja sama dan sikap toleransi serta tanggung jawab. Selain itu, dibutuhkan pula kolaborasi antara guru dengan orang tua atau masyarakat dan peserta didik. Sehingga, keterlibatan orang tua atau masyarakat dalam program sekolah ikut menentukan keberhasilan dari tujuan pembelajaran dan membantu mewujudkan merdeka belajar.
Mewujdkan merdeka belajar juga harus disertai dengan kreativitas peserta didik dalam IMTAQ dan IPTEK. Dalam hal ini, peserta didik melakukan inovasi dan kreativitas yang tinggi baik untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia, maupun dalam hal informasi dan tekhnologi (IT). Selanjutnya, peserta didik harus peka terhadap keadaan lingkungan sekitar yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan. Sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian peserta didik untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan kelas dan sekolah. Misalnya melalui kegiatan kerja bakti, Jumat bersih atau Program LISA (Lihat Sampah Ambil). Dengan demikian, melalui Program 5K yang diuraikan tersebut mampu membantu mewujudkan merdeka belajar di sekolah.
B. Deskripsi Aksi Nyata
1. Tujuan Umum
Mewujudkan peserta didik agar merdeka belajar di sekolah.
2. Tujuan Khusus
a. Melalui kebebasan dalam belajar, peserta didik mampu bersikap mandiri dan bertanggung jawab.
b. Melalui kolaborasi, peserta didik mampu bersikap toleransi dan termotivasi untuk selalu bekerja sama dengan orang lain.
c. Melalui kreativitas IMTAQ dan IPTEK, peserta didik mampu berpikir kritis dan kreatif serta melahirkan inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran.
d. Melalui keterlibatan orang tua atau masyarakat dalam program sekolah, peserta didik mampu bersikap disiplin dan meningkatkan hubungan silaturahmi dengan seluruh stakeholder.
e. Melalui kebersihan lingkungan, peserta didik mampu memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan yang berdampak pada pencapian visi sekolah.
3. Tolok Ukur
a. Peserta didik memiliki karakter yang mandiri, bertanggung jawab, toleransi, berpikir kritis dan kreatif serta disiplin dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.
b. Peserta didik memiliki motivasi dalam melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran.
c. Peserta didik terlibat aktif dalam diskusi dan kegiatan-kegiatan sekolah.
d. Peserta didik tidak membuang sampah di sembarang tempat.
C. Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan
Hasil dari aksi nyata yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Peserta didik dapat belajar di mana saja, seperti di rumah, di kantin, kebun secara daring.
2. Peningkatan motivasi belajar, sikap disiplin dan karakter yang bertanggung jawab pada diri peserta didik yang ditandai dengan pengumpulan tugas tepat waktu.
3. Peningkatan kreativitas peserta didik dalam bentuk produk berbasis audio dan video refleksi.
4. Peserta didik memiliki semangat yang tinggi dalam setiap kegiatan pembelajaran.
5. Lingkungan kelas dan sekolah yang bersih dan asri.
D. Pembelajaran yang Didapat dari Pelaksanaan (Kegagalan maupun Keberhasilan)
1. Kegagalan
Kurangnya komunikasi efektif antara guru, orang tua dan peserta didik terhadap hasil belajar peserta didik.
2. Keberhasilan
Peserta didik menunjukkan respon yang positif dan sikap yang baik ketika dihadapkan pada tugas-tugas yang sifatnya melatih keterampilan, kemampuan berpikir dan membangun kerja sama yang baik dengan seluruh warga sekolah.
E. Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang
1. Melakukan diskusi dengan peserta didik mengenai saran atau ide yang diharapkan dalam pembelajaran.
2. Meningkatkan komunikasi dengan orang tua peserta didik.
3. Melakukan refleksi secara rutin atau evaluasi berkala.
F. Dokumentasi
gambar 1. ketersedianya tong sampah disetiap sudut sekolah sebagai dasar terciptanya sekolah bebas sampah