AKSI NYATA
PROGRAM SEKOLAH YANG BERDAMPAK PADA MURID
SABER (SABTU BERSIH)
LAPORAN
PORTOFOLIO MODUL 3
AKSI NYATA
PROGRAM SEKOLAH YANG BERDAMPAK PADA MURID
SABER (SABTU BERSIH)
LAPORAN PORTOFOLIO MODUL 3
Oleh:
Muhammad Zain, M.Pd
CGP Kabupaten Tanah Laut
UPTD SD Negeri Bluru
Modul 3.3 Nama Peserta No Peserta Program
: Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
: Muhammad Zain, M.Pd
: 201500722991
: SABER ( Sabtu Bersih )
In order to succeed, your desire for success should be greater than your fear of failure
'Dalam meraih kesuksesan, Kemauan Anda untuk sukses harus lebih besar dari ketakutan Anda akan kegagalan.' -Bill Cosby-
A. Peristiwa (Facts)
1) Latar belakang
Pembentukan karakter membutuhkan proses yang lama dan panjang serta butuh konsistensi dari orang-orang sekitar. Pendidikan karakter pun dinilai paling efektif bila dipupuk saat anak bersekolah dasar selama 6 tahun. Lingkungan sekolah sebagai salah satu lembaga yang punya kepentingan dalam pembentukan karakter anak dengan membangun budaya positif . jika kebiasaan positif ini sudah membudaya, maka nilai-nilai karakter yang diharapkan akan terbentuk pada diri anak.
Sejalan dengan tujuan menumbuhkan pesertadidik berkarakter dan memusatkan layanan pendidikan untuk peserta didik, maka sebagai calon guru penggerak berkewajiban mencetuskan tindakan pembiasaan budaya positif di kelas, sekolah dan lingkungan tempat tinggal peserta didik yang sesuai kebutuhan peserta didik hingga mampu menciptakan kenyamanan belajar untuk pesera didik itu sendiri.
Sebuah tempat yang nyaman akan memberikan kedamaian bagi penghuninya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) nyaman artinya terpelihara dengan baik. Seyogyanya tempat menimba ilmu harus dijadikan sebagai tempat yang nyaman agar
proses pembelajaran dapat mencapai hasil yang maksimal. Kenyamanan itu harus kita ciptakan bersama karena kenyaman bukan hanya milik satu orang saja tapi kenyamanan merupakan hak semua orang yang menjadi penghuninya. Berbicara perihal kenyamanan belajar, maka lingkungan sekolah adalah tempat yang seyogianya menciptakan suasana nyaman dan mendukung didalam proses belajar.
Mengingat pembentukan karakter adalah suatu akibat dari penerapan budaya positif di sekolah, maka calon guru penggerak menjawab tantangan demikian melalui aksi nyata di sekolah dengan memfasilitasi murid berdiskusi, merumuskan dan merancang salah satu program membangun budaya positif bagi peserta didik.
Menumbuhkan kesadaran akan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan harus dimulai sejak dini dan tidak bisa dilakukan dengan paksaan, perlu keteladanan dari orang tua atau orang yang lebih dewasa. Anak-anak perlu dibiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan pembiasaan dan keteladanan diharapkan anak akan terbiasa atau membudaya membuang sampah pada tempatnya .
Setiap hari kita sering melihat sampah yang tidak pada tempatnya. Di jalan, di tempat keramaian, di sungai, bahkan di dalam ruangan sering kita jumpai sampah yang tidak dibuang di tempat sampah. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa berat sekali untuk membuang sampah pada tempatnya? Membuang sampah pada tempatnya sebenarnya adalah sesuatu yang mudah bagi setiap orang tetapi kenyataanya masih banyak ditemukan sampah yang berserakan di sembarang tempat. Penyebabnya adalah rasa kurang kepedulian terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, serta kurangnya kepedulian kita terhadap pemanfaatan barang bekas.
Selain membudayakan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan, murid dibiasakan mengumpulkan sampah atau barang bekas untuk dijadikan kerajinan tangan yang mempunyai keindahan atau nilai jual. Dengan murid mengelola sampah atau barang bekas yang ada di sekitar lingkungan rumah menjadi
karya seni kerajian tangan yang mempunyai keindahan dan nilai jual hal ini pun dapat mengurangi tingkat penumpukan sampah.
Dari berbagai latar belakang tersebut maka untuk itu pelaksanaan Aksi Nyata Modul 3.3. Pengelolaan Program yang berdampak pada Murid adalah Program Saber (Sabtu Bersih) dengan tujuan menjaga kebersihan lingkungan sekolah di UPTD SD Negeri Bluru dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari peserta didik serta mengembangkan kreativitas dalam pembuatan hasil karya dari barang-barang bekas untuk menghasilkan karya seni berupa bunga dari kresek, bunga dari botol bekas air mineral, figura foto dari kardus bekas dan karya seni lainnya.
2) Deskripsi Aksi Nyata
Yang dilakukan pada aksi nyata berikut alasan mengapa melakukan aksi tersebut yaitu, aksi nyata yang dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan kebersihan lingkungan sekolah yang diikuti oleh peserta didik dan seluruh dewan guru untuk terlibat dalam kegiatan tersebut dengan harapan agar dapat membentuk karakter dan pemahaman peserta didik tentang pentingnya menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan. Program Saber ini tidak sekedar melaksanakan kegiatan kebersihan dilingkungan sekolah saja tetapi juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari peserta didik dirumah dan lingkungan tempat tinggalnya
Jadwal Rencana Kegiatan Program Saber (Sabtu Bersih) UPTD SD Negeri Bluru
No
Hari/Tanggal
Peserta
1
Sabtu
Guru, Peserta didik dan
05 Juni 2021
wali murid
2
Sabtu
Peserta
didik
kelas
VI
12 Juni 2021
dan V
3
Sabtu
Peserta
didik
kelas
IV
19 Juni 2020
dan III
4
Sabtu
Peserta
didik
Kelas
II
26 Juni 2021
dan I
Kegiatan saber yang sudah dilakukan adalah pada hari sabtu tanggal 05, 12, dan 19 Juni 2021 untuk kegiatan berikutnya akan dilaksanakan dilingkungan rumah peserta didik karena terkait dengan Pandemi Covid-19 yang mengharuskan peserta didik belajar dari rumah kembali. Selain itu juga pada tanggal 26 Juni 2021 bertepatan dengan hari pembagian Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta didik (Rapor) semester genap.
3) Hasil Aksi Nyata
Dari pelaksaan program saber yang sudah dilaksanakan terlihat antusias dari guru, peserta didik bahkan wali murid dan kepala sekolah dalam mengikuti kegiatan tersebut, seluruh komponen pemangku kepentingan yang terlibat dalam program tersebut mendukung sepenuhnya dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan. Peserta didik terlihat senang dan aktif mengikuti kegiatan dan orang tua wali murid merasa terbantu dengan memberikan pemahaman kepada anaknya dalam membentuk karakter peserta didik tentang pentingnya menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan serta pemanfaatan barang bekas menjadi sebuah karya seni yang memiliki keindahan dan bahkan mungkin memiliki nilai jual.
B. Perasaan (Feelings)
Pada kesempatan ini saya dan rekan sejawat di UPTD SD Negeri Bluru membuat sebuah program yang berpihak pada murid. Program ini memang bukanlah hal yang baru tapi jika program ini diabaikan kami khawatir akan mempengaruhi kondusifitas kegiatan belajar peserta didik. Program yang kami buat yaitu SABER (Sabtu Bersih). Program ini dibuat dengan melibatkan peserta didik sebagai subjek utama dengan harapan mereka dapat memiliki jiwa kepemimpinan dan rasa tanggungjawab terhadap lingkungan, menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan UPTD SD Negeri Bluru, memiliki bekal kecakapan hidup dalam menjaga dan memelihara lingkungan sekitar
serta menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa menjaga dan memelihara lingkungan sekitar serta dapat memanfaatkan barang bekas menjadi sebuah karya seni.
Diawal perencanaan pada saat membuat rancangan aksi nyata ada sedikit keraguan dalam diri, apakah program ini dapat berjalan dengan baik dan apakah kepala sekolah, rekan sejawat dan Peserta didik tertatarik dengan rencana program yang akan dijalankan? Namun setelah melakukan komunikasi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat terkait program yang direncanakana alhamdulillah mendapatkan respon yang sangat positif dari kepala sekolah dan rekan sejawat juga memberikan dukungan yang sangat baik.
Perasaan senang luar biasa yang mendominasi ketika dapat menjalankan program yang di rencanakan dan merasa tertantang untuk terus mencoba melanjutkan dari program tersebut bahkan ingin membuat program terbaru yang lebih menantang. Selain itu, ada rasa kepuasan tersediri ketika bisa menjalin komukasi, bekerja sama serta berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam merencakan dan menjalankan sebuah program dengan demikian menambah kebersamaan, kepedulian, kepercayaan dan tali persaudaraan sesama rekan sejawat.
Menyaksikan antusias, minat dan semangat peserta didik dalam mengikuti program saber membuat hati menjadi ikut semangat dan bahagia yag tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, tergambar jelas rasa semangat pada diri peserta didik ketika mengikuti kegiatan saber tersebut.
C. Pembelajaran (Findings)
Program yang dilakukan oleh sekolah yang berdampak pada murid ini yaitu pelaksanaan SABER (Sabtu Bersih) yang merupakan sebuah program untuk menanamkan nilai-nilai kompetensi spiritual dan sosial. Program ini dapat dilaksanakan secara multifungsi dalam arti bisa dilakukan secara langsung di sekolah
saat pembelajaran berjalan normal maupun saat pembelajaran jarak jauh, tentu saja saat pembelajaran bersifat jarak jauh maka kegiatan saber dilaksanakan di bawah bimbingan dan pengawasan orang tua.
Pelaksanaan program saber di rumah saat pembelajaran jarak jauh dibuktikan dengan adanya upload foto kegiatan peserta didik melalui grup WhatsApp yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran online.
Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan keseluruhan aksi (baik dari kegagalan maupun keberhasilan) yaitu:
1. Kegagalan
- Dalam menjalankan program saber ini ada sebagian peserta didik yang datang tidak sesuai dengan jadwal
- Sebagian tanaman tidak terawat dengan baik
- Peserta didik bermain-main saat melaksanakan kegiatan kebersihan
- Tidak semua peserta didik mampu membuat karya seni dari barang bekas
2. Keberhasilan
- Antusias peserta didik dalam mengikuti program saber
- Dukungan dari semua pihak hingga terselenggaranya program saber
- Dalam menjalankan sebuah program harus memilki kemauan kuat untuk berhasil dari pada rasa takut akan kegagalan
- Program saber memberikan dampak yang sangat positif dan lebih memudahkan peserta didik dalam menerima informasi yang akan di sampaikan
- Kegiatan berjalan dengan lancar dan memberi banyak manfaat;
- Peserta didik mempunyai bekal kecakapan hidup
- Mulai tumbuhnya kesadaran dalam jiwa peserta didik untuk senantiasa menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan
Kegiatan pembelajaran yang mengalami perubahan secara drastis dari pembelajaran tatap muka menjadi Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tentu saja banyak sekali tantangan yang harus dilalui oleh pendidik. Mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, kesiapan peserta didik untuk belajar secara mandiri, mindset para orang tua yang belum siap menggantikan peran guru dalam mentransfer pengetahuan, serta kondisi lingkungan yang masih belum siap dengan adanya perubahan pola pembelajaran. Hal ini tentu saja menuntut kreatifitas dan profesionalitas seorang pendidik apalagi pendidik yang mempunyai label calon guru penggerak harus selangkah lebih maju dari pendidik lainnya. Bukan untuk bersaing, saling menjatuhkan, tetapi bersaing demi kebaikan. Dalam setiap hal, kompetisi memang diperlukan karena kompetisi merupakan seleksi sosial yang dapat melahirkan manusia-manusia unggul.
Rencana perbaikan pada masa yang akan datang adalah mengupayakan tindakan-tindakan sebagai berikut:
1. Membekali peserta didik dengan pendidikan kecakapan hidup;
2. Lebih banyak memberikan contoh-contoh cara menjaga dan memelihara lingkungan sekitar
3. Dalam membuat jadwal piket melibatkan peserta didik sehingga keinginan untuk satu kelompok dengan teman dekatnya bisa terlaksana
4. Merawat dan memantau tanaman secara berkala, misal apakah tanaman sudah disiram atau belum
5. Membuat langlah-langkah yang dilakukan sewaktu melaksanakan merawat tanaman
6. Lebih banyak memberikan contoh-contoh pemanfaatan barang bekas agar bisa menjadi benda yang berdaya guna
1. Koordinasi Program dengan Kepala Sekolah dan bersama Pendamping
2. Sosialisasi Program Kepada Rekan Sejawat








